Rabu, 01 April 2020

Pengertian, fungsi, dan cara konfigurasi bind9 di debian


PENGERTIAN DAN FUNGSI BIND

Pengertian BIND adalah singkatan dari bahasa inggris, yaitu berkeley internet name domain. BIND adalah server DNS yang paling umum digunakan di internet, khususnya pada sistem operasi bertipe unix yang secara de facto merupakan standar.

Fungsi BIND adalah untuk membuat DNS. DNS (DOMAIN NAME SERVER) bekerja pada konsep client server. DNS diterapkan pada server terpusat yang disebut server DNS atau name server yang memiliki wewenang untuk mengelola beberapa nama domain dan mengacu kepada beberapa domain lainnya yang dikelola server DNS lain.


Installasi Dan Konfigurasi

Install terlebih dahulu applikasi debiannya dengan perintah sebagai berikut;
root@nanang:/home/realloz# apt-get install bind9

Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

  •/etc/bind/named.conf.local

  •file forward, Forward berfungsi untuk konversi dari DNS ke Ip Address. Misalnya ketika kita ketik sharing-realloz.com melalui Web Browser anda, maka akan muncul website dari server Debian.

  •file reverse, Reverse berfungsi untuk konversi dari Ip Address ke DNS. Misalnya jika kita mengetikan Ip Address http://127.10.10.9 pada Web Browser anda, secara otomatis akan redirect ke alamat sharing-realloz.com
Kemudian edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.local. Kemudian tambahkan script di bawah ini.
root@nanang:/home/realloz# nano /etc/bind/named.conf.local

zone "sharing-realloz.com" { # Zone Domain anda
          type master;
       file "/var/cache/bind/db.sharing"; # lokasi file FORWARD,
};
zone "127.in-addr.arpa" { #1 oktet ip paling depan
     type master;
     file "/var/cache/bind/db.127"; #lokasi file REVERSE
};
 
Buat file konfigurasi untuk file forward dan reselve dari DNS tersebut. Karna konfigurasinya cukup banyak, kita tinggal copykan saja file default yang sudah ada.

root@nanang:/home/realloz# cp /etc/bind/db.local /var/cache/bind/db.sharing
 root@nanang:/home/realloz# cp /etc/bind/db.127 /var/cache/bind/db.127

Setelah selesai mengcopy file forward, kemudian kita edit file forward tersebut dengan perintah; 
root@nanang:/home/realloz# nano /var/cache/bind/db.sharing

$TTL 604800
@ IN SOA sharing-realloz.com. root.sharing-realloz.com. (
                                     2 ; Serial
                                 604800 ; Refresh
                                 86400 ; Retry
                                2419200 ; Expire
                                604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS sharing-realloz.com. #tambahkan “titik” di akhir domain
@ IN A 127.10.10.9
www IN A 127.10.10.9
ftp IN A 127.10.10.9
mail IN A 127.10.10.9
sub-domain IN A 127.10.10.9 #jika ingin membuat sub-domain



Kemudian edit file reverse dengan perintah; 
root@nanang:/home/realloz# nano /var/cache/bind/db.127

$TTL 604800
@ IN SOA sharing-realloz.com. root.sharing-realloz.com. (
                                      1 ; Serial
                                  604800 ; Refresh
                                  86400 ; Retry
                                 2419200 ; Expire
                                 604800 ) ; Negative Cache TTL

@ IN NS sharing-realloz.com. #tambahkan “titik” di akhir domain
9.10.10 IN PTR www.sharing-realloz.com. #3 oktet ip, dan dibalik
9.10.10 IN PTR ftp.sharing-realloz.com.
9.10.10 IN PTR mail.sharing-realloz.com.
9.10.10 IN PTR sub-domain.sharing-realloz.com.

Terakhir, restart applikasi bind9nya. 
root@nanang:/home/realloz# /etc/init.d/bind9 restart

Jika terjadi sebuah kesalahan pada saat merestart applikasi Bind9nya coba periksa satu file ini, yaitu file named.conf.local Periksa kembali script yang anda buat, dan sesuaikan seperti konfigurasi diatas.

Pengujian 

Setelah seleai konfigurasinya kita test apakah DNS Server tersebut berhasil atau tidak, dengan perintah nslookup dari computer debian itu sendiri atau dari computer client.

root@nanang:/home/realloz# nslookup 127.10.10.9
Server : 192.168.10.1
Address : 192.168.10.1#53

9.10.10.127.in-addr.arpa name = www.sharing-realloz.com
9.10.10.127.in-addr.arpa name = ftp.sharing-realloz.com
9.10.10.127.in-addr.arpa name = mail.sharing-realloz.com
9.10.10.127.in-addr.arpa name = sub-domain.sharing-realloz.com

Jika muncul pesan seperti ini, 
Server : 127.10.10.9
Address : 127.10.10.9#53
** server can't find debian.edu.debian.edu: SERVFAIL/NXDOMAIN



Instalasi dan konfigurasi DHCP server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah sebuah mekanisme yang memunkinkan sebuah server untuk memberikan IP Address secara dinamik bagi client. Client melakukan permintaan IP Address kepada server, dan server memberikan alokasi bagi si client tersebut. Mekanisme ini akan sangat memberikan keuntungan bagi manajemen jaringan di karenakan proses setting IP Address tidak harus dilakukan manual untuk setiap client yang ada

1. Instalasi dhcp3-server

Softaware yang diperlukan untuk membuah sebuah service DHCP adalah dhcp3-server. Untuk melakukan instalasi dhcp3-server lakukan perintah:

root@server:# apt-get install dhcp3-server

Perhatikan beberapa hal setelah itu:

  •File konfigurasi utama di simpan di file /etc/dhcp3/dhcpd.conf

  •Tentukan interface mana (eth0 atau eth1) yang akan melayani permintaan IP Address dari client

2. Konfigurasi dhcp3-server

File konfigurasi dhcp3-server terletak di file /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Gunakan editor nano untuk melakukan editing terhadap file konfigurasi tersebut. Sebelum melakukan konfigurasi DHCP Server, beberapa hal harus kita perhatikan diantaranya:

  1.Alokasi IP Address yang akan diberikan kepada client harus berada satu network dengan IP Address server

  2.Tentukan rentang IP Address yang akan diberikan kepada client tersebut
 
  3.Alokasi IP Address untuk si client harus pula dilengkapi dengan subnet, netmask, dns server, gateway, broadcast
Edit file dhcpd.conf dengan perintah:

root@server:# nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf

Contoh file konfigurasi yang diberikan dalam DHCP Server adalah sebagai berikut:

#…
# Konfigurasi sederhana untuk Jaringan lokal
subnet 10.252.10.0 netmask 255.255.255.0 {
range 10.252.10.10 10.252.10.20;
option domain-name “Domain_anda.com”;
option domain-name-servers 10.252.10.1;
option routers 10.252.10.1;
option broadcast-address 10.252.10.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
#…
Jangan lupa lakukan proses restart terhadap service setiap kali kita melakukan perubahan pada file konfigurasi:

root@server:# /etc/init.d/dhcp3-server restart

3. Pengujian DHCP Server

Pengujian di mesin Client

Untuk melakukan pengujian di sisi client, beberapa hal harus dilakukan diantaranya:

  •Pastikan server dan client saling terkoneksi

  •Lakukan proses pengaturan di sisi client bahwa settip IP Address di lakukan secara automatic.

A. Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan setting di sisi client:

  1.Klik menu start ->Control Panel

  2.Pilih Network Connection

  3.Pilih Local Area Network ->klik kanan mouse ->pilih Properties

  4.Pilih Internet Protocol (TCP/IP) ->Pilih Properties

  5.Pilih opsi Obtain an IP address automatically

  6.Pilih opsi Obtain DNS server address automatically ->tekan tombol OK

B. Setelah langkah diatas, lakukan pengujian layanan service DHCP dari server. Ikuti langkah berikut:

  1.Klik menu start ->run ketik “cmd” . Maka akan muncul halaman dos prompt

  2.Pada halaman Dos prompt tersebut lakukan perintah ipconfig /release , pastikan bahwa IP address dari interface berubah menjadi 0.0.0.0

  3.Masih pada halaman yang sama ketikkan perintah ipconfig /renew untuk memperoleh IP Address dari server.

  4.Bila tidak terjadi kesalahan seharusnya client sudah mendapat IP Address dari server

Fungsi DHCP server

Fungsi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Fungsi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah untuk mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap komputer client yang ingin terhubung dengan jaringan komputer dan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer



Keuntungan menggunakan DHCP
Keuntungan utama menggunakan DHCP dirangkum di bawah ini:

  •DHCP disertakan dengan paket-paket server yang populer: Untuk mengimplementasikan DHCP tidak memerlukan biaya tambahan.
  •Sentralisasi, pengelolaan alamat IP yang lebih sederhana: Anda dapat mengatur pengalamatan IP dari lokasi pusat.
  •DHCP juga menyediakan untuk penyebaran sederhana opsi konfigurasi lainnya, seperti gateway default dan akhiran DNS.
  •Karena sistem memberikan alamat IP, itu mengarah ke konfigurasi alamat IP yang kurang salah. Hal ini terutama karena informasi konfigurasi IP dimasukkan di satu lokasi, dan server mendistribusikan informasi ini kepada klien.
  •Alamat IP duplikat dapat dicegah.
  •Alamat IP juga dipertahankan. Server  DHCP hanya mengalokasikan alamat IP ke klien ketika mereka memintanya.
  •Layanan DHCP dapat menetapkan alamat IP ke host individual, dan grup multicast.
  •Grup multicast digunakan ketika komunikasi terjadi dengan kluster server.
  •Layanan DHCP mendukung pengelompokan. Ini memungkinkan Anda untuk mengatur server DHCP ketersediaan tinggi.
  •Di Windows Server, DHCP terintegrasi dengan Dynamic DNS (DDNS). Ini memfasilitasi manajemen alamat IP dinamis karena server DHCP mencatat catatan record dan pointer (PTR) komputer klien dalam database DNS ketika klien mendapatkan alamat IP. Ini dimungkinkan melalui integrasi DHCP dengan DNS Dinamis
(DDNS).
  •Anda dapat memantau kumpulan alamat IP yang tersedia, dan juga diberi tahu ketika kumpulan alamat IP mencapai ambang tertentu.
  •Melalui otorisasi server DHCP di Active Directory, Anda dapat membatasi server DHCP Anda hanya untuk mereka yang resmi. Active Directory juga memungkinkan Anda untuk menentukan klien-klien itu bahwa server DHCP dapat mengalokasikan untuk alamat.
  •Pengalamatan IP dinamis melalui DHCP dengan mudah untuk skala lingkungan jaringan kecil hingga besar.
Kerugian menggunakan DHCP
Kerugian utama menggunakan DHCP dirangkum di bawah ini:

  •Server DHCP dapat menjadi satu titik kegagalan dalam lingkungan jaringan yang hanya memiliki satu server DHCP.
  •Jika jaringan Anda memiliki beberapa segmen, Anda harus melakukan salah satu dari konfigurasi tambahan berikut:
  •Tempatkan server DHCP di setiap segmen
  •Tempatkan agen relay DHCP pada setiap segmen
  •Konfigurasikan router untuk meneruskan siaran Bootstrap Protocol (BootP).
  •Semua informasi konfigurasi yang salah didefinisikan secara otomatis akan disebarkan ke klien DHCP Anda.



      Manfaat Dari Layanan DHCP
Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. Memudahkan seorang administrator jaringan dalam memberikan nomor ip address secara otomatis di komputer dalam jaringan tanpa harus mengisi secara manual. Menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain